DANJEN KOPASSUS IKUT ISTIGHOSAH DI MONAS

Danjen Kopassus, Mayjen TNI Madsuni mengikuti Istighosah dan do’a bersama untuk keselamatan bangsa dengan jajaran TNI – Polri dan masyarakat di Lapangan Monas Jakarta (Jum’at, 18/11).  Kegiatan Istighosah yang diprakarsai oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo ini, Kopassus mengerahkan 436 personelnya yang meliputi 286 anggota militer dan 150 ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana. Kegiatan doa bersama juga dilakukan di  Gereja HKBP Cawang (Agama Kristen Protestan), Gereja Katedral (Agama Kristen Katholik) dan Pura Makopassus (Agama Hindu) serta dilaksanakan secara serentak di tempat-tempat ibadah di  seluruh wilayah Indonesia,

Istighosah adalah memohon pertolongan dari Allah SWT untuk terwujudnya sebuah “keajaiban” atau sesuatu yang paling tidak dianggap tidak mudah untuk diwujudkan.  Istighosah sebenarnya sama dengan berdoa akan tetapi bila disebutkan kata istighosah konotasinya lebih dari sekedar berdoa, karena yang dimohon dalam istighosah adalah bukan hal yang biasa biasa saja. Oleh karena itu, istighosah sering dilakukan secara kolektif dan biasanya dimulai dengan wirid-wirid tertentu, terutama istighfar sehingga Allah SWT berkenan mengabulkan permohonan itu, sebagaimana rilis yang diterima Puspen TNI. Doa bersama ini sebagai ungkapan rasa syukur atas terwujudnya kedamaian, keselamatan, persatuan dan kesatuan bangsa terkait peristiwa-peristiwa yang dihadapi bangsa Indonesia akhir-akhir ini.

Istighosah umat Muslim ini dihadiri lebih dari 30 ribu peserta dari jajaran TNI – Polri dan 5.000 anak yatim piatu, serta dipimpin langsung Ustadz Muhammad Arifin Ilham dan tauziah oleh Habib Nabil Al-Musyafah. Dalam sambutannya, Panglima TNI menyampaikan terima kasih atas kehadiran para habaib, ustadz, kyai dan ulama serta peserta dalam kegiatan istighosah di Monas. Dan mengajak untuk bersyukur ke hadirat Allah SWT, karena telah digerakkan hatinya untuk bersama-sama berkumpul, bertafakkur dengan tulus dan ikhlas berdo’a bersama untuk keselamatan bangsa.  Tujuan istighosah bersama-sama, adalah memohon kepada Allah SWT mendoakan kepada pahlawan-pahlawan bangsa Indonesia yang sudah merintis dan memperjuangkan kemerdekaaan Republik Indonesia, pahlawan-pahlawan yang sudah mempertahankan dan mengisi kemerdekaan, pahlawan-pahlawan revolusi yang  berjuang dengan tulus dan ikhlas, agar pahlawan-pahlawan tersebut menjadi syuhada di tempat yang indah disisi Allah SWT. Disadari Indonesia bisa merdeka karena Allah SWT, bangsa Indonesia masih bisa bersatu karena ridho Allah SWT. Perjalanan bangsa masih sangat panjang, ujian-ujian di internasional masih sangat panjang, dan cobaan bertubi-tubi pasti masih ada, untuk itu  harus selalu berdoa, memohon ridho Allah SWT agar selalu mendapat perlindungan, rahmat, hidayah, mukjizat dari Allah SWT. Diakhir sambutannya, Panglima meminta untuk meniru do’a Nabi Ibrahim, pada saat dibakar api Namrud, yaitu “Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil, Ni’mal Maula Wa Ni’man Nashir”.  Doa ini semoga Indonesia bisa bersandar dan meminta perlindungan dari Allah SWT terhadap cobaan apapun yang dihadapi bangsa.