Sosialisasi Ekspedisi NKRI 2013 Koridor Sulawesi Di Makasar

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono , Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, Panglima Kodam VII Wirabuana Mayor Jenderal TNI Muhammad Nizam  dan Danjen Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo  mensosialisasikan Ekspedisi NKRI 2013 Koridor Sulawesi di Makassar-Sulawesi Selatan, Rabu (13/2).

Ekspedisi NKRI 2013 Koridor Sulawesi merupakan gagasan pimpinan TNI bekerjasama dengan Kemenko Kesra yang akan berlangsung selama ± 4 bulan, dari tanggal 2 Maret s.d. 30  Juni 2013, pada 9 titik di Pulau Sulawesi yaitu Kab. Sangihe, Kab. Minahasa, Kab. Bone Bolango, Kab. Sigi , Kab. Luwuk Banggai, Kab. Mamuju, Kab. Tana Toraja, Kab. Gowa, dan Kab. Kolaka. Kegiatan ini akan melibatkan sekitar 1.450 orang yang terdiri dari seluruh komponen bangsa baik TNI, Polri, Badan Nasional Pengelola Perbatasan, Pemerintah Daerah, kalangan pendidik dari berbagai Perguruan Tinggi, Mahasiswai, Para Pencinta Alam, Organisasi Kepemudaan, Pramuka serta didukung masyarakat setempat.

Ekspedisi NKRI 2013 Koridor Sulawesi bertujuan, antara lain:

1)    Mendata dan meneliti segala potensi di hutan, gunung dan pegunungan serta medan rawa, laut, sungai dan pantai serta pembangunan infrastruktur di pedalaman Sulawesi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat

2)    Memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit agar memiliki naluri tempur di hutan, gunung dan pegunungan serta medan rawa, laut, sungai dan pantai

3)    Membangkitkan kesadaran teritorial

4)    Memberikan keteladanan kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian alam melalui program hijau, bersih dan sehat

5)    Kementerian/Lembaga, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia dan Pemerintah Daerah bersama-sama membantu mengatasi kesulitan rakyat;
6)    Mendata dan meneliti segala potensi geologi;flora,fauna, sosial budaya dan potensi bencana

Sasaran utama diselenggarakannya Ekspedisi NKRI 2013 Koridor Sulawesi diantaranya adalah terwujudnya jiwa persatuan antara TNI/Polri dan seluruh komponen bangsa, terdatanya batas wilayah, kerusakan hutan, flora fauna, potensi geologi dan bencana serta sosial budaya di Sulawesi dan terwujudnya rasa cinta tanah air dan terpeliharanya kelestarian alam di perbatasan dan pedalaman Sulawesi.

Berbagai kegiatan di lapangan antara lain adalah penjelajahan perbatasan dan Ralasuntai (Rawa Laut Sungai dan Pantai), penelitian maupun komunikasi sosial terkait dengan budaya-budaya daerah, potensi wisata, kearifan lokal setempat, dan sejarah, cerita serta legenda daerah, potensi geologi, sumber daya mineral, dan energi. Hasil kegiatan di lapangan ini nantinya akan dilaporkan kepada pemerintah pusat dan daerah dan diharapkan dapat menjadi sumber informasi untuk kesejahteraan rakyat.