Pembekalan Peserta Ekspedisi NKRI 2017 di Subkorwil-3/Merauke

Indonesia merupakan Negara kesatuan yang penuh dengan keberagaman dan kekayaan. Indonesia terdiri atas beraneka ragam suku, budaya, ras, daerah, kepercayaan agama. Namun Indonesia bisa mempersatukan berbagai keragaman tersebut sesuai dengan semboyan Negara Indonesia yaitu “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tapi tetap satu jua, demikian disampaikan Komandan Sub Kordinator Wilayah 3/Merauke Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan Mayor Inf Yoki Malinton pada pembekalan kepada 135 orang personil Subkorwil-3/Merauke di Aula Makorem 174/ATW Sabtu,(5/8/2017).

Pada kesempatan yang sama, Mayor Inf Artiono selaku Danramil Merauke menyampaikan, kearifan lokal merupakan bagian dari tradisi,budaya masyarakat suatu bangsa, yang harus selalu dihargai dan dihormati, budaya gotong royong, saling menghormati dan tepa salira merupakan contoh kecil dari kearifan lokal. Danramil Merauke memberikan pembekalan mengenai wilayah Merauke dan pengetahuan kepada para peserta tentang distrik dan kehidupan masyarakat Merauke sehingga tema Ekspedisi NKRI 2017 Papua Selatan yaitu Peduli Masyarakat dan Lestarikan Alam Indonesia dapat terlaksana dengan baik.

Peserta Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian selatan terdiri dari dari berbagai elemen bangsa, TNI, Polri, para Ahli (Peneliti), Mahasiswa (Akademisi), Pemda dan Masyarakat yang berasal dari seluruh Indonesia dan wilayah setempat, yang telah tiba di Merauke pada Jumat, (4/8/2017) menggunakan KRI Teluk Bintuni 520 TNI Angkatan Laut.

797 orang peserta Ekspedisi NKRI di sebar dalam 5 (Lima) Subkorwil, yakni Subkorwil-1/Asmat di kab. Asmat, Subkorwil-2/Mappi di kab. Mappi, subkorwil-3/Merauke di kab. Merauke, subkorwil-4/Mindiptana di kab. Boven Digoel dan subkorwil-5/Tanah merah di kab. Boven Digoel.

Ekspedisi NKRI merupakan wujud sinergitas kementerian/lembaga, TNI/Polri, pemerintah daerah, kalangan pendidik dari perguruan tinggi, dunia usaha, mahasiswa, para pencinta alam, organisasi kepemudaan, pramuka dan didukung masyarakat setempat yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan untuk membangun Indonesia.

Berbagai program kegiatan berbasis masyarakat akan diselenggarakan antara lain berupa pendataan dan pemetaan sumber daya, penjelajahan, penelitian ilmiah, pelayanan kesehatan, pendidikan dan agama, bantuan sosial, pembangunan infrastruktur pedesaan, peningkatan akses perhubungan dan komunikasi, peningkatan wawasan kebangsaan dan revolusi mental, pengembangan potensi budaya, pemberdayaan masyarakat serta pelestarian alam.
(Tim Media Ekspedisi NKRI 2017).