KAS KOSTRAD : “BREVET KEHORMATAN DAN KEBANGGAAN”

Kas Kostrad, Mayjen TNI Cucu Somantri, S.Sos saat penyematan brevet kehormatan para utama di Gedung Flamboyan Makopassus, Cijantung Jakarta Timur (31/8) menyampaikan terima kasih atas penyematan brevet dari Danjen Kopassus, Mayjen TNI M. Herindra, mengingat brevet merupakan kehormatan dan kebanggaan, karena di puncak perjalanan sebagai prajurit, pasti setiap prajurit bercita-cita untuk mendapatkan suatu kehormatan dan penghargaan dari Kopassus. Sehingga hal ini harus disadari bersama, khususnya warga besar Kopassus karena semua prajurit di luar sangat bangga dengan prajurit Kopassus, mengingat tidak semua prajurit bisa menjadi prajurit Kopassus.

Sekali lagi Kas Kostrad mengucapkan terima kasih karena tidak semua prajurit Kopassus bisa menerima brevet para utama, apalagi yang menyematkan langsung Komandan Jenderal Kopassus.  Kas Kostrad selanjutnya mengatakan bahwa kegiatan ini juga sebagai upaya peningkatan kerjasama antara Kostrad dan Kopassus sebagaimana disampaikan oleh Danjen Kopassus, serta kenyataannya Kostrad harus bersinergi dan bekerjasama dengan Kopassus, terutama dalam menerjunkan Kowad-Kowad Kostrad untuk mengikuti pendidikan di Kopassus. Kerjasama yang dilakukan antara Kostrad dan Kopassus ini sudah lama dari sejak dulu dan berjalan dengan baik, terutama Juara dalam Kejuaraan Menembak AARM, BISAM dan AASAM.

Kas Kostrad akhirnya berpesan kepada prajurit Kopassus agar kerjasama tersebut terus dipelihara dan ditingkatkan sehingga dengan kebersamaan akan menjadi sesuatu yang luar biasa.  Kemudian, menyinggung penyematan brevet para dasar kepada Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Brigjen TNI Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad, Kas Kostrad mengatakan sangatlah tepat, Brigjen Terawan merupakan satu-satunya di Indonesia bahkan di dunia yang memiliki kemampuan khusus. Kalau Kopassus memberikan kehormatan kepada Brigjen Terawan, karena dengan keilmuannya sangat bermanfaat untuk optimalisasi tugas-tugas yang dibebankan kepada Komando Pasukan Khusus.  Bahkan harus lebih intensif lagi, karena semua kegiatan latihan Kopassus banyak berkaitan erat dengan keahlian dokter, terutama kemampuan-kemampuan khusus di udara dan di laut yang banyak tekanan-tekanan.

Selanjutnya Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Brigjen TNI Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad, dalam sambutannya mengatakan sungguh suatu kehormatan bagi saya dan warga Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto atas penyematan brevet para dasar dari Kopassus. RSPAD telah ditetapkan dengan Perpres dan Kepres menjadi Rumah Sakit Kepresidenan. Bahkan Presiden RI ke-3 Bapak BJ. Habibie sangat bangga dirawat dan diberikan perhatian kesehatannya oleh Rumah Sakit Kepresidenan.

Rumah Sakit Kepresidenan memberi makna bukan sekedar merawat Pimpinan Negara tetapi punya motto melayani para prajurit mulai dari Prada hingga ke ujung yang paling tinggi, sampai Perwira Panglima tertinggi, bak melayani prajurit sebagai Presiden, dan semua faslitas akan dikerahkan untuk melayani semua anggota karena hal itu akan menjadi kebanggaan bagi warga Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto apabila dapat melayani seluruh prajurit dan keluarganya serta para Pegawai Negeri Sipil dan keluarganya di lingkungan TNI maupun Kementerian Pertahanan RI. Rumah Sakit akan terus memberikan yang terbaik, khususnya untuk prajurit Kopassus.

Bigjen Terawan juga menjelaskan baru saja pulang dari Rusia, memberikan Keynote Lecture (kuliah pembuka) di depan Menteri Pertahanan Rusia, dan dengan Negara-negara Pimpinan Dokter Militer di Asia Pasifik, yang dilanjutkan dengan Army Game. Siapa tahu nanti ke depan perwakilan dari prajurit Kopassus akan ikut bertanding di Army Game. Army Game adalah bagaimana mengevakuasi pasien untuk perang konvensional dan nanti perang inkonvensional. Namun diambil yang perang konvensional dulu, bagaimana mengevakuasi dari dalam kendaraan keras, tank maupun panser.

Bagaimana seorang prajurit harus dievakuasi, dan sekaligus merangkap mengendalikan panser dan tank, kendaraan kerasnya. Saat itu ada delapan negara yang ikut, diantaranya Rusia, China, dan beberapa negara di Afrika dan Eropa Timur. Semua yang mengikuti permainan Angkatan Darat ini adalah pasukan khusus negara-negara tersebut, bahkan Amerika juga mengirimkan utusannya datang ke Army Game, tegas Brigjen Terawan. Jika telah disiapkan jauh-jauh hari, tahun depan pasukan khusus bisa mengikuti Army Game, dan Rumah Sakit sanggup membiayai Timnya, demikian penjelasan Kepala RSPAD.

Hadir dalam kegiatan penyematan brevet ini, Danjen Kopassus, Wadanjen Kopassus, para Pamen Ahli Danjen Kopassus, para Asisten Danjen Kopassus, para Komandan Satuan Kopassus dan para Kabalak Kopassus serta perwakilan Perwira, Bintara dan Tamtama Kopassus.