Ende, Pusat Peringatan Harkitnas Dalam Konteks Ekspedisi NKRI

Menteri Koordinator Pembangunan manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia(PMK)   ibu Puan Maharani selaku inspektur upacara pada peringatan Hari Kebangkitan nasional ke 107 di Lapangan Bumi Pancasila Kabupaten Ende NTT, Rabu (20/05/2015).Tema yang diusung pada tahun ini Melalui Hari Kebangkitan Nasional Kita Bangkitkan Semangat Kerja Keras Mewujudkan Indonesia Maju Dan Sejahtera.

Dalam amananatnya, Ibu Puan Maharani mengatakan program ekspedisi NKRI Koridor Nusa Tenggara yang dilaksanakan tahun ini memiliki peran yang sangat straategis karena bersinergi dengan empat agenda strategis pemerintah yaitu menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa, membangun Indonesia dari pinggiran, melakukan revolusi karakter bangsa dan memperteguh ke Bhineka-an bangsa Indonesia.

Pada kesempatan tersebut Menko PMK RI turut berbangga melihat kesungguhan dan kerja keras para peserta ekspedisi di semua tataran mulai dari peserta, TNI, Polri, Perguruan Tinggi ,kelembagaan , Pemerintah Daerah hingga pusat, dan sangat optimis bahwa capaian keseluruhan ekspedisi akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan didaerah.

Puan menambahkan hari Kebangkitan Nasional pada tahun ini di pusatkan di Ende memiliki peran yang sangat dalam perjalanan bangsa dan negara ,khususnya bapak pendiri bangsa Indonesia .Dengan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda tertanggal 28 desember 1933 membuat Bung Karno yang berusia 35 tahun harus menjalani hukuman pembuangan sebagai tahanan politik di Ende,Flores ,Nusa Tenggara Timur..Di kota Ende inilah Soekarno merenungksn dan mengkristalisasikan gagasannya tentang Pancasila sebagai Ideologi bangsa dan negara Indonesia,sebagai pemersatu, sebagai unsur “ meja statis “yang menyatukan bangsa Indonesia sekaligus Leitstar ( bintang Pimpinan) dinamis,yang memandu perkembangan bangsa ke depan.

“ Marilah melalui momentum Kebangkitan nasional ini kita kembali menanamkan semangat Revolusioner kita sebagai bangsa, yaitu semangat untuk menjebol segala sesuatu yang menghambat kemajuan dan semangat untuk membangun kemajuan bangsa Indonesia, dengan cara melakukan perubahan cara berpikir , cara kerja dan cara hidup, sehingga Indonesia menjadi bangsa yang sejati-jatinya berdaulat,mandiri dan berkepribadian”, pesan Menko PMK ibu Puan

Pidato ditutup dengan membacakan kutipan pidato Soekarno pada 17 Agustus 1949 “ Kita belum hidup di dalam sinar bulan yang purnama, kita masih hidup dimasa pancaroba,tetaplah bersemangat elang –rajawali, segala pekerjaan yang besar,segala perjoangan yang mulia, hanyalah dapat dijalankan dengan ulet tekat semangat elang rajawali.Mari kita adakan satu masyarakat yang adil dan makmur, satu masyarakat yang kamu aman dan sejahtera, seluruh rakyat Indonesia aman dan seluruh rakyat Indonesia sejahtera dengan tiada penderitaan dan tiada kesengsaraan, tiada pemerasan dan tiada kemiskinan,  tetapi ketahuilah bahwa kemerdekaan yang demikian itu hanya dapat dicapai dengan usaha yang keluar dari hebatnya semangat elang –rajawali, Hidupkan, semangat elang –rajawali itu “

Pada kesempatan Menko PMK melaksanakan peninjauan ke Laboratorium Ekpedisi  NKRI yang menyimpan hasil pendataan temuan selama melaksanakan kegiatan Ekspedisi di Subkorwil 6/Ende, dilanjutkan prosesi napak tilas di tempat pengsingan Bung Karno serta situs gagasan Pancasila.

Acara di meriahkan dengan Tarian Kolosal dari Wilayah NTB dan NTT,Bela Diri Merpati Putih dari Grup 3 Kopassus,Bela Diri Yong Modo dari Yonif-743 Dam IX/Udayana,Terjun Payung dari PTPAD,Para Motor  dari Paramotor Indonesia, Debus dari Grup 1 Kopassus dan Beladiri Kempo dari Perkemi.

Peserta upacara Kodim 1602, Kompi-C/743, Peserta Ekspedisi NKRI Kepulauan Nusa Tenggara 2015, Sat Brimob, Sat Polres, Lapas Ende, Satpol PP, Dishub, SKDP, Pramuka, Mahasiswa, FKPPI, Pelajar SMA dan SMP Wilayah Kabupaten Ende

Acara di hadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Gubernur NTT, Pangdam IX/Udayana, Kapolda NTT, Danjen Kopassus Selaku Komandan Ekspedisi NKRI 2015 ,Rektor Perguruan Tinggi di NTT, Unsur Muspida serta Tokoh agama dan Tokoh Masyarakat setempat.