www.kopassus.mil.id
Username:
Password:

Daftar | Lupa Password?

September 2010
MinSenSelRabKamJumSab
   1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30   
 

        

 

Pataka Komando Pasukan Khusus 'Tribuana Chandraca Satya Dharma'

Lambang atau gambar yang terdapat pada Pataka Kopassus sama dengan emblem yang dikenakan setiap anggota di baretnya. Mula-mula emblem dirancang oleh Letda Inf Dodo Sukanto tahun 1955 selaku perwira Biro Pengajaran yang dibantu oleh juru gambarnya Sersan Hasan.

Lambang memadukan unsur Komando (gambar pisau komando), unsur laut atau air (digambar dalam bentuk jangkar) dan udara (gambar sepasang sayap) yang dibingkai oleh tali komando. Pada tahun 1964, lambang tersebut dirampingkan dengan menempatkan gambar pisau komando dibagian depan, tetapi gambar dan tandanya pada prinsipnya tidak berubah.

Lambang itulah yang dipergunakan sampai sekarang seperti terlihat di emblem maupun di Pataka Kopassus.

 

PENJELASAN PATAKA KOMANDO PASUKAN KHUSUS

I.          BENTUK.
 
A.        PATAKA.
 
1.         Pataka Komando Pasukan Khusus berbentuk empat persegi panjang dengan dasar bahan beludru merah dan berjumbai kuning emas dari benang sutera.
2.         Pada bagian muka sebelah kanan dilukiskan Panji TNI AD (KARTIKA EKA PAKSI).
3.         Pada bagian muka sebelah kiri dilukiskan Pataka Kopassus dengan dasar bahan beludru hitam berbentuk empat persegi panjang dan susunan sebagai berikut.
 
a.         Pisau Komando terhunus tegak lurus keatas.
b.         Sayap.
c.         Jangkar.
d.         Bingkai pengikat segi delapan.
e.         Tulisan “TRIBUANA CHANDRACA SATYA DHARMA”.
 
B.        MAHKOTA DAN TIANG.
 
1.         Mahkota berbentuk burung garuda akan terbang, berdiri pada landasan berbentuk lingkaran, bulu sayap berjumlah 10 helai dan bulu ekor berjumlah 7 helai.
2.         Dua buah lingkaran pada landasan.
3.         Hiasan pada pangkal landasan berjumlah 8 buah.
4.         Mahkota terbuat dari bahan logam kuning emas.
5.         Tiang dibuat dari kayu jati dipelitur coklat/ sawo matang.
 
 
II.         UKURAN.
 
A.        PATAKA.
 
1.         Panjang : 90 Cm + 7 Cm Jumbai.
2.         Lebar  : 60 Cm + 7 Cm Jumbai keatas dan kebawah.
3.         Inti lambang : 60 Cm X 50 Cm.
 
B.        MAHKOTA DAN TIANG.
 
1.         Mahkota (kepala tiang) : 22,5 Cm X 13,5 Cm.
2.         Panjang tiang sampai batas kedudukan mahkota : 225 Cm.
3.         Garis tengah tiang : 4 Cm.
 
 
III.        TATA WARNA.
 
A.        PATAKA.
 
1.         Dasar kain beludru : Merah.
2.         Dasar lukisan Pataka : Hitam.
3.         Pisau Komando : Kuning emas.
4.         Sayap : Kuning emas.
5.         Jangkar : Kuning emas.
6.         Bingkai segi delapan : Kuning emas.
7.         Tulisan “TRIBUANA CHANDRACA SATYA DHARMA”  : Kuning emas.
8.         Jumbai : Kuning emas.
 
B.        MAHKOTA DAN TIANG.
 
1.         Mahkota (kepala tiang) dibuat dari logam kuning emas.
2.         Tiang dibuat dari kayu jati dipelitur coklat/ sawo matang.
3.         Tiang dibuat secara bersambung dengan penyambung dari logam kuning emas berbentuk pipa.
4.         Tali berjumbai kuning emas dari bahan benang sutera.
 
                        
 
IV.       ARTI/ MAKNA.
 
A.        PATAKA.
 
1.         Lukisan.
 
a.         Pisau Komando terhunus tegak lurus menunjukkan tugas pokok di darat.
b.         Jangkar menunjukkan tugas Komando Pasukan Khusus di laut.
c.         Sayap menunjukkan tugas Komando Pasukan Khusus di udara.
d.         Bingkai melambangkan ikatan jiwa Korps Komando Pasukan Khusus.
 
2.         Tata warna.
 
a.         Merah melambangkan berani dan bersifat menyerang untuk mencapai kemenangan.
b.         Kuning emas melambangkan kejayaan, keagungan dan kewibawaan.
c.         Hitam melambangkan kekuatan yang kokoh, tangguh, pantang mundur dan ketabahan.
 
3.         Tulisan.
 
a.         TRIBUANA atau Tiga Jagad berarti.
 
1)         Sebagai manusia hamba Tuhan yang diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna maka dalam pribadinya terdiri dari tiga unsur yaitu cipta, rasa dan karsa yang harus diaktualisasikan sebagai karya nyata.
 
2)         Sebagai prajurit harus mampu berkiprah di tiga matra yaitu darat, laut dan udara.
 
b.         CHANDRACA berarti.
 
1)         Sebagai senjata ampuh berbentuk tombak bermata tiga dan hanya digunakan pada saat terakhir dalam pertempuran.
 
2)         Senjata ampuh yang berbentuk kecil menggambarkan bahwa Pasukan Khusus meletakkan kemampuan di atas jumlah dan digunakan untuk tugas-tugas yang bernilai strategis.
 
c.         SATYA DHARMA berarti.
 
            Kesetiaan dan dedikasi sebagai sifat yang tidak terpisahkan dari sifat luhur prajurit yang dijiwai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.